Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga asas dan tujuannya serta larangannya…untuk download klik disini

dan  baca online klik berikut

1. Asas dan Tujuannya

Dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 3 disebutkan bahwa :

Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga dilaksanakan berdasarkan asas;

a. Penghormatan hak asasi Manusia.

b. Keadilan dan kesetaraan gender

c. Nondiskriminasi.

d. Perlindungan korban.

Bahwa segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang terutama terjadi terhadap perempuan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusian, bentuk kekerasan tersebut merupakan diskriminasi yang harus dihapus.

Perlindungan Korban dimaksudkan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokat, lembaga sosial atau pihak lainnya baik sementara berdasarkan penetapan Pengadilan. Hal tersebut dapat dilihat dalam butir 4 dan 5 tentang Ketentuan Umum Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga berbunyi :

Perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokasi, lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan. Perlindungan sementara adalah perlindungan yang langsung diberikan oleh kepolisian dan/atau lembaga sosial atau pihak lain, sebelum dikeluarkannya penetapan perintah perlindungan pengadilan.”

Dalam pasal 4 dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga bertujuan :

Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan :

a. Mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga;

b. Melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga;

c. Menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga,dan

d. Memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Berdasarkan pasal tersebut ada 4 tujuan dari pada Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu Mencegah, melindungi segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga meliputi kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam wilayah domestik (rumah tangga) kemudian untuk melindungi perempuan yang menjadi korban akibat kekerasan dalam rumah tangga dan memberikan sanksi hukum akibat perbuatan yang dilakuan oleh pelaku kekerasan sebagai upaya untuk menciptakan keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

2. Larangan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kehidupan dalam rumah tangga terdiri dari suami, isteri, anak, mertua dan orang lain yang tinggal dirumah tersebut berasal dari unsur-unsur yang berbeda yang dan terdiri dari latar belakang yang berbeda, oleh karenanya bukan tidak mungkin akan terjadi berbagai perbedaan pendapat, kesalah pahaman, dan lainnya bahkan sampai terjadi kekerasan terhadap satu sama lainnya.

Kekerasan tersebut kemudian diatur dalam Undang-Undang yaitu Undang-Undang Penghapusan kekerasan Dalam Rumah Tangga, dalam rangka memperkecil terjadi kekerasan dalam rumah tangga terutama sekali terhadap perempuan sehingga diharapkan untuk menciptaan keluarga yang sejahtera, bahagia dan harmonis.

Dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Nomor 23 Tahun 2004 dalam Pasal 5 disebutkan bahwa “Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya dengan cara:

a. Kekerasan fisik;

b. Kekerasan Psikis;

c. Kekerasan Seksual;

d. Penelantaran rumah Tangga.”

Bahwa berdasarkan uraian di atas dapat dimengerti bahwa Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dilarang melakukan kekerasan dalam segala bentuk. Pelarangan tersebut dalam rangka melindungi perempuan dalam bidang hukum karena perempuanlah yang seringkali menjadi korban jika terjadi konflik dalam rumah tangga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s