Arti Zakat dalam Alqur.an dan Hadis

Makana Zakat dalam Islam :

1. Zakat Versi al-Qur’an

Kewajiban membayar (menyalurkan) zakat, selalu beruring dengan kewajiban mengerjakan shalat. Penggunaan infaq zakat di dalam al-Qur’an terulang sebanyak 30 kali, dan 27 kali di antaranya juga diwajibkan mendirikan shalat. Selain menggunakn kata zakat, al-Qur’an juga menggunakan lafadl as-Sadaqah dengan makna zakat. Ayat-ayat yang bertalian dengan zakat antara lain :

a. Surat Al-Baqarah ayat 43, yang berbunyi :

ﻮﺍﻘﻴﻣﻮ۱ﻠﺼﻼﺓﻮ۱ﺘﻮ۱ﻠﺰﻛﺎﺓﻮ۱ﺮﻛﻌﻮ۱ﻣﻊ۱ﻠﺮﻛﻌﻴﻦ

Artinya : Dan tegakkanlah shalat dan bayarlah zakat dan ruku’-lah bersama dengan orang-orang yang ruku’ (Q.S. Al-Baqarah : 43).

b. Surat At – Taubah ayat 71, yang berbunti :

۱ﻠﻣﺆﻣﻨﻮﻦ ﻮ۱ﻠﻣﺆﻣﻨﺎﺒﻌﻀﻬﻢ۱ﻮﻠﻴﺎﺀ ﺒﻌﺾ ﻴﺄﻣﺮﻮﻦ ﺒﺎﻠﻣﻌﺮﻮﻒ ﻮﻴﻨﻬﻮﻦ ﻋﻦ۱ﻠﻣﻨﻛﺮﻮﻴﻮﻘﻴﻣﻮﻦ۱ﺼﻼﺓ ﻮﻴﺆﺘﻮﻦ۱ﻠﺰﻛﻮﺓ

ﻮﻴﻄﻴﻌﻮﻦ۱ﷲﻮﺮﺴﻮﻠﻪ

Artinya : Dan orang-orang mukmin itu, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian menjadi pemimpin bagi yang lain, saling menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat jahat, mendirikan shalat dengan membayarkan zakat serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. (Q.S. At-Taubah : 71)

c. Surat At – Taubah ayat 103 yang berbunti :

ﺨﺫ ﻤﻦ۱ﻤﻮ۱ﻠﻬﻢ ﺼﺪﻘﺔ ﺘﻄﻬﺮﻫﻢ ﻮﺘﺰﻛﻴﻬﻢ ﺒﻬﺎ

Artinya : Ambillah dari mereka sadaqaah (zakat), dengan cara begitu engkau membersihkan dan mensucikan mereka. (Q.S. At – Taubah : 103).

d. Surat Al – Haj ayat 41 yang berbunyi :

۱ﻠﺫﻴﻦ۱ﻦﻣﻛﻨﻬﻢ ﻔﻰ۱ﻻﺮﺾ۱ﻘﺎﻣﻮ۱۱ﻠﺼﻠﻮﺓ ﻮ۱ﺘﻮ۱۱ﻠﺰﻛﺎﺓ

ﻮ۱ﻣﺮﻮ۱ﺒﺎﻠﻣﻌﺮﻮﻒﻮﻨﻬﻮ۱ﻋﻦ۱ﻠﻣﻨﻛﺮﻮﷲ ﻋﺎﻘﺒﺔ۱ﻻﻣﻮﺮ

Artinya : Orang-orang bila diberi kekuasaan dimuka bumi, mereka mendirikan shalat yang membayar zakat, menyuruh kepada yang baik dan melarang dari yang ungkar. Dan kepada Allah juga terserah hasil nyata mereka. (Q.S. Al – Hujj : 41).

Dari beberapa ayat di atas, jelas bahwa perintah zakat senantiasa bertalian dengan shalat, menurut hukum, zakat sama dengan shalat dari segi kewajibannya. Zakat juga terkait dengan pensucian diri, amal ma’ruf dan fungsi sosialnya, karena jika ada yang membayar zakat tentu pula ada yang menerima.

2. Zakat menurut al-Hadits

Hadits Nabi SAW juga banyak menyinggung tentang zakat ini. Berikut dikemukakan beberapa Hadits yang berkaitan dengan zakat ini, yang di antaranya

a. Hadit yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda :

ﻣﺎﻣﻦﺼﺎﺤﺐﻛﻨﺰﻻﻴﺆﺩﻯﺰﻛﺎﺘﻪﺇﻻ۱۱ﺤﻲﻔﻲﻨﺎﺮﺠﻬﻨﻢﻔﻴﺠﻌﻞﻔﻴﻜﻮﻯﺠﻨﺒﺎ

ﻮﺠﺒﻴﻨﻪﻋﻠﻰﻴﺤﻜﻢﺒﻴﻦﻋﺒﺎﺪﺓﻔﻰﻴﻮﻢﻜﺎﻦﻤﻘﻃﺮﻩﺤﻤﻴﺖ۱ﻟﻒﺴﻨﺔ ﴿ﺮﻮﻩ۱ﻟﺒﺨﺎﺮﻯ﴾

Artinya : Tidak seseorang yang menyimpan hartanya, tidak memberikan zakatnya, nelainkan akan dibajar dalam api neraka jahannam, baginya dibuat suatu kepingan dari api neraka, lalu diseterika ke lambung dan dahinya, sehingga Allah SWT menyelesaikan urusan hamba-Nya, pada suatu qurun nyang lama 50 tahun…. (HR. Muslim).

b. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhary dari Abi Hurairah r.a. bahwasannya seorang bangsa Arab datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya; “Tunjukkan kepada ku suatu pekerjaan yang apabila dikerjakan dapat masuk syurga”. Nabi SAW bersabda yang artinya : “Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukaan-Nya dengan sesuatu, mendirikan shalat yang difardhukan, menunaikan zakat yang difardhukan dan berpuasa dibulan Ramadhan….”. (H.R. Bukhary).

c. Ketika Nabi SAW mengutus Mu’az ke negeri Yaman, Nabi SAW berpesan dengan sabdanya yang artinya : “………..bahwasannya Allah mewajibkan terhadap Allah shadaqah (zakat ) dari harta-harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan serahkan kepada orang-orang miskin di antara mereka”. (H.R. Bukhary).

Dari beberapa Hadits di atas, telah memberi gambaran bahwa zakat itu hukunya wajib. Kewajiban mana juga sama dengan mengerjakan shalat. Bahkan secara khusus, Hadits terakhir secara tidak langsung Nabi, ketika mengutus mu’az ke negeri Yaman, bertindak sebagai ‘amil zakat, yang tugasnya memungut dari orang-orang kaya dan menyerahkannya kepada orang-orang miskin. Tentang amil terdapat dalam al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surat at-Taubah ayat 60 yang artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak. Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. at-Taubah ayat 60).

.

Keterlibatan suatu lembaga bahkan Negara dalam hal pengelolaan dan pengurusan zkat, dikemukakan oleh Yusuf Qardhawy, yaitu : “…….bahwa zakat dalam Islam bukanlah yang hanya diberikan kepada seseorang, tetapi juga merupakan tugas Negara. Negara wajib mengurus dan mengangkat orang-orang yang bekerja dalam urusan zakat yang terdiri dari pengumpul, penyimpan, penulis, penghitung dan sebagainya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s