Tak Kenal maka Tak Sayang…………….

cerita ini di posting oleh : Amrullah

copy-2-of-baby-gaule

Tak kenal maka tak sayang,  inilah ungkapan yang sering kita dengar di masyarakat  untuk memberi lebel sebuah terhadap sesuatu yang belum disukai termasuk terhadap sebuah perkenalan. ungkapan ini  juga berlaku terhadap cinta.

tapi tulisan ini tidaklah ditujukan terhadap konsep cinta namun mengarah kepada sebuah pengalaman masa lalu, suatu peristiwa yang pernah terjadi dan merupakan realita yang pernah hadir  dalam perjalanan hidup seseorang.

Dahulu sekitar tahun 1983, Raju adalah seorang laki yang berumur sekitar  20 tahun. ayahnya yang taat beragama menginginkan Raju untuk mengetahwi pelajaran Agama. pada saat  itu Raju masih duduk di bangku sekolah SMA.

Pada suatu hari oleh ayah Raju mengajak Raju untuk pergi ke alai Pengajian untuk didaftarkan sebagai murid pada balai Pengajian tersebut. dimana sang ayah telah siap dengan pulut dan pisang sebagai kebiasaan di daerah itu, untuk dimakan bersma-sama pada antaran pertama dengan murid-murid balai pengajian.

RAju diperkenalkan dengan sang ustad, dan Ustad menyuruh Raju kembali pada esok harinya untuk menerima pelajaran pertama dari ustad di balai pengajian. hari pertama adalah pengalaman pertama bagi raju untuk memahami ilmu Agama. ada dua pelajaran yang diberikan oleh ustad pada Raju yaitu pengajian al-Quran dan mempelajari bahasa Arab.

pelajaran pertama diterima oleh Raju yaitu penghafalan dimana penghafalan tersebut baru diketahui sekarang(saraf). pada saat itu oleh ustad tidak diberitahukan untuk apa hafalan itu, oleh Raju sempat menghafalnya bersama tasrifnya tetapi ia berfikir haflan ini berupa hukuman karena ustad pada awalnya tidak pernah mengatakan untuk apa keperluan menghafal ilmu tersebut untuk apa mempergunanakannya.

Akhirnya Raju mulai malas dan berpikir hafalan itu tidak berguna dan hukuman baginya. ia pun mulai malas tetapi ia tetap datang setiap harinya ke balai pengajian tetapi bukan untuk menerima pengajian, tatepi hanya untuk membawa kisah-kisah lagenda kepada kawannya.manakalan saat pengajian akan tiba Raju pun mulai bolos dan pergi meninggalkan pengajian, tdan tak jarang raju menerima sanksi dari ustad dengan membersihkan bak wuduk dan lainnya.

Karena sering mendapat hukumannya rajupun pergi berlalu dan tak pernah kembali lagi untuk mengaji.

Muncul pertanyaan menyesalkan Raju tersebut, tidak,  dia tidak pernah menyesal karena dia menganggap bukan kesalahnnya, tetapi semata-mata disebabkab tidak ketahuannya. bagi Raju  sekarang hanya menjadi catatan sejarah supaya ini jangan sampai terjadi pada orang lain.  Ketidak jelasan akan sebuah arah dan tujuan akan membuat orang tidak akan menyukai sesuatu. maka ungkapan tak  “kenal maka tak sayang” harus dijadikan sebuah ukuran terhadap  kecintaan dan sayang pada sesuatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s