Kekerasan itu membuat aku bercerai

Di Ujung Sudut itu, di pojok ruang tamu pada Pengadilan Agama duduk seorang Wanita berjilbab hitam  bersama dengan seorang anak, kelihatan sangat berduka, ada yang diupikirkan, melihat situasi itu kucoba sapa dan bertanya, ada apa dengan kamu ? spontan ia menjawab aku punya masalah besar, hampir separuh perkawinan yang ku lalui penuh dengan kekerasan terhadap diriku………….kini aku aku tingal sendiri bersama seorang anak…….sekarang aku kehilangan segalanya.itu lah sebuah ungkapan yang terucap dari seorang perempuan yang lagi berduka dan mempertahankan haknya di pengadilan. ungkapan itu barangkali juga terucap terhadap wanita lain di daerah daerah seluruh Indonesia. sebuah ungkapan yang membuat kita sedih dan merasa berduka dan tersayat mendengarnya.

Kenapa tidak ? itulah fonemana terjadi hampir seluruh dunia, tiada yang mengetahui apa yang terjadi terhadap seorang perempuan dalam rumah tangga, dalam lingkup rumah tangga  termasuk pembantu, isteri, anak. berbagai kekereasan terjadi melputi kekerasan fisik, psikis, seksual dan penalantaran rumah tangga.

Beruntung di Indonesia kini telah ada UU yang mengatur tentang pelanggaran dalam rumah tangga berdasarkan UU N0. 23 tahun 2004. dengan undang undang tersebut kini telah dapat dijerat pelaku kekerasan dalam rumah tangga yuang dahulunya tidak pernah diatur dalam KUHP.

Pengadilan Agama sebagai sebuah peradilan yang menyelesaikan kasus-kasus keluarga, banyak menghadapi kasus-kasus  kekerasan terlepas ada tidaknya tuntutan pidana.

Ada 2 (dua)  alternatif untuk menyelesaikan kasus tersebut :

1.  Kasus kekerasan yang di atur dalam UU KDRT No. 23 thn 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, dimana para korban /keluarga korban  dapat melaporkan telah terjadinya kekerasan pada Pengadilan Negeri dengan tuntutan Pidana.

2. secara keperdataan, dimana para korban kekerasan dalam rumah tangga, tidak menghendaki adanya tuntutan pidana terhadap mantan suami/isteri. dimana para korban menggunakan haknya tanpa menyakiti mantan suaminya

Ada berbagai alasan mengapa para korban menggunakan tuntutan secara pidana atau secara keperdataan/menyelesaikan masalah dengan bercerai. terhadap tuntutan Pidana umumnya korban menuntut secara pidana jika kekerasan itu telah melampau batas terhadap dirinya, telah menyebabkan luka berat, patah tulang dan sejenisnya sehingga mengakibatkan rasa benci terhadap suaminya. pada umumnya perempuan tidak tega melihat suaminya untuk dituntut dan dikurung dalam penjara karena memikirkan anak-anaknya. terhadap tuntutan  perdata, dimana perempuan/korban memilih jalan tersebut sebagai jalan damai, lebih baik berpisah saja, meskipun pahit sekalipun. ada berbagai alasan yang ditunjukkan oleh korban/perempuan mengapa tidak memilih dengan menggunakan UU KDRT, yaitu adanya kekhwatirin hukuman terhadap mantan suaminya, adanya rasa malu terbuka aib keluarga, adanya rasa malu dari pemuka masyarakat desanya tercemar aib, sehingga korban/keluarga korban, aparatur pemerintah desa sengaja menyembunyikan kasus terjadi dalam keluarga.

Adapun kekerasan  yang diatur dalam KDRT pasal 10 menyebutkan bahwa  ada 4 bentuk kekeran dalam rumah tangga yaitu Kekerasan fisik meliputi pemukulan, penganiayaan,  dan sejenisnya, kekeran psikis bisa meliputi setiap ungkapan atau perkataan yang mengakibatkan korban hilang keseimbangan diri, peraya diri, mengalami stress dan sebagainya, kekerasan seksual meliputi pemaksaan hubungan suami isteri, penalantaran rumah tangga meliputi  pengekangan ekonom/tidak adanya nafkah lahir dan batin, dan  meninggalkan istri tanpa ada alasan.

Kasus-kasus kekerasan tersebat kerab terjadi pada Pengadilan Agama dan pengadilan Agama sejak belum keluarnya undang-undang PKDRT telah menyelesaikan kasus keluarga dengan berbagai alasan di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s