MENGAPA AKU MEMILIH CERAI

                                            

Harapan anda dan aku  mungkin sama,  semua kita  mempunyai  cita-cita  dan harapan untuk hidup bahagia , tenteram dalam rumah tangga  sampai akhir hayat. Tidak boleh seorangpun  untuk merusak  kehidupan anda bukan ?, begitu pula dengan aku. Cinta dan Kasih kita pada saat perkenalan dulu bukan sebuah  garansi  untu memperpanjang usia  perkawinan kita.  Cintaku dan kasih sayangku telah berubah, “kini  aku tidak sanggup menerima penderitaan lebih panjang lagi !  itulah ungkapan-ungkapan yang hampir tiap hari aku dengar yang diucapkan oleh wanita pencari keadilan di tempat ku bekerja,  aku berpikir  sebuah penderitaan panjang telah terjadi dalam kehidupan rumah tangganya.   Aku  pandang wajah mereka yang muram, mata  yang tidak bercahaya, langkah yang lunglai, pakaiaan yang tidak terurus, anak yang menangis….  Telah membuat dirinya  ke dalam duka yang paling dalam. Membayangkan masa depan dan harapan hidup bahagia disamping suaminya telah gagal, cinta dan kasih sayang antara keduanya pada saat pertemuan dulu harus dibayar mahal dengan sebuah perceraian yang sesungguhnya tidak dikehendakinya.

Kemudian aku berpikir….akankah hal  ini terjadi padaku ? demi  tuhan aku  sangat membenci  kata cerai, aku berdo’a kepada tuhan semoga Tuhan  tidak memberikannya itu padaku dan juga kepada orang lain.aku membayangkan jika bercerai  aku kehilangan seorang  isteri yng kucintai, anak-anakku akan kehilangan masa depan, dan aku pasti menjadi omongan setiap orang yang mengenalku.

Seorang wanita yang dijadikan Tuhan seorang yang lembut, perasaan emosional, kesabaran, akan  berobah kasar, marah, pembenci  manakala dia dikhianati . Aku  amati hampir kebanyakan sebuah perceraian terjadi karena suami,  berbagai  factor dapat terjadi berupa factor ekonomi,  intervensi pihak ketiga, suami tidak bertanggung jawab, tidak memberi  nafkah, kekerasan terhadap fisik, psikis, seksual dan ekonomi, egoisme, patriarki,  perselisihan paham, meninggalkan pergi bertahun-tahun. Jika salah satu  factor tersebut  atau lebih dari satu factor muncul, seorang isteri    akan berontak dan untuk mengakiri penderitaannya dengan berpisah.

Kemudian aku berpikir, apa yang salah dengan kita…. ! aku mencoba   memahami  apa yang telah aku  pelajari.  Banyak hal yang harus diketahui dan dipahami bagi kita yang akan menempuh perkawinan, karena perkawinan tidak saja menyatukan  seorang suami dengan seorang  isteri, tetapi sekaligus menyatukan dua keluarga.  Islam  mengajarkan kita untuk memilih calon adalah yang beragama dan mempunyai  ahlak yang baik dan memilki kecantikan dan berilmu. Disamping itu masing-masing suami isteri  harus mengetahui hak dan kewajibannya  bahwa suami isteri  memikul kewajiban yang luhur untuk menegakkan rumah tngga yang  sakinah, mawaddah dan warahmah,  suami ister wajib saling  cinta mencintai, hormat  menghormati, setia dan memberi bantuan lahir bathin satu dengan lainnya, suami ister  memikul kewajiban  mengasuh dan  memelihara anak, suami isteri wajib memelihara kehormatannya. Sekian.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s