<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Amlsk's Weblog</title>
	<atom:link href="http://amlsk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amlsk.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Apr 2010 04:14:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amlsk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Amlsk's Weblog</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amlsk.wordpress.com/osd.xml" title="Amlsk&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amlsk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Si Joe Terjebak karena atasan berbasis kepentingan pribadi.</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2010/04/24/si-joe-terjebak-karena-atasan-berbasis-kepentingan-pribadi/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2010/04/24/si-joe-terjebak-karena-atasan-berbasis-kepentingan-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 04:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Joe yang tak Berdaya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Tidak pernah terpikirkan oleh joe  sebuah kejujuran ,  dan kedisiplinan yang  joe bangun selama ini harus  di bayar mahal dengan ketidak percayaan  atasan padanya. kenapa ini bisa terjadi ? kejujuran, kedisiplinan, kepecayaan serta loyalitas terhadap sebuah intitusi dan sebuah organisi sangat diperlukan.  setiap intitusi/organisasi   apapun  dibutuhkan  orang  yang jujur, termasuk organisasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=221&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Joe yang tak Berdaya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</strong><span id="more-221"></span></p>
<p><strong>Tidak pernah terpikirkan oleh joe  sebuah kejujuran ,  dan kedisiplinan yang  joe bangun selama ini harus  di bayar mahal dengan ketidak percayaan  atasan padanya. kenapa ini bisa terjadi ? kejujuran, kedisiplinan, kepecayaan serta loyalitas terhadap sebuah intitusi dan sebuah organisi sangat diperlukan.  setiap intitusi/organisasi   apapun  dibutuhkan  orang  yang jujur, termasuk organisasi kejahatan, juga dia memerlukan orang yang jujur dalam mengolola keuangan dan menjaga semua rahasia.  begitu halnya dengan  kesisiplinan dan loyalitas sebagai motivator untuk meningkat efektifitas kerja. maaf ajoe  tidak ingin katakan disini dia orang paling jujur, disiplin dan loyal. tapi setidak-tidaknya dia  telah berusaha menjadi orang seperti yang telah disebutkan tadi. Kepercayaan yang dibangun dari sebuah kejujuran  disiplin serta loyalitas juga membutuhkan waktu yang panjang. begitu pun sebaliknya dengan ketidak percayaan akan lemah  jika berbenturan  dengan berbagai kepentingan, ego,  dan sebagainya.</strong></p>
<p><strong>Sebuah kejujuran, kedisiplinan dan kepercayaan  itu tidak berarti sama sekali jika  berbenturan dengan suatu kepentingan pribadi.  ini memang kasuistis;  tapi benar-benar tejadi dari pengalaman yang di hadapi dan ini diluar perhitungan nya,  Joe  sebagai orang merasa mempunyai  loyalitas  terhadap sebuah organisasi/intitusi tentu saja dia melihat sesuatunya atas kepentingan intitusi bukan untuk kepentingan pribadi/seseorang lebih-lebih atasannya. misalkan saja hampir dalam setiap rapat/musyawarah aku berusaha memberi pendapat yang  cukup objektif dengan mengabaikan berbagai kepentingan, bisa juga disebut vokal padahal ini bukan dalam hal keuangan dalam tanda petik. ini menjadi pemicu melemahkan kepercayaan terhadap diri sendiri karena jika hal ini berbentur dengan kepentingannya /kemauannya sendiri ataupun berbeda dengan list yang telap dipersiapkan.</strong></p>
<p><strong>Karena ketidak percayaan itu Joe  memilih menjadi diam. Aneh sekali diam Joe  itu dimaknai pula dengan sikap arogansi atasan terhadap joe, dengan mempermalukan mematai-matai pri laku ku sehari,   sampai kepada  hungan keluarga ku sampai pada ibadatnya. hal ini dapat diamati dengan sikap pribadi mulai pandangan mata, warna wajah yang berbeda, tutur kata, jaga jarak, siap acuh, dsb. ada hal yang sangat mengecewakan joe pada suatu ketika atasannya mengatakan padanya bahwa dia  menganut aliran kepercayaan lain. semoga Allah mengampuninya. namun dia  tidak membuat sikap permusuhan meskipun sakit sekali, dan merasa dizalimi.<br />
</strong></p>
<p><strong>Akibat pembelajaran sangat berharga itu,  sekarang  joe  menyadari kepentingan (egoisme) bisa mengalahkan segala-lanya. maka dalam tulisan ini marilah dia mengajak untuk membuang ego itu sejauh-jauh nya. semoga kita termasuk orang-orang  yang bijak&#8217;.</strong></p>
<p><strong>Ini sebuah realita dan pengalaman yang terjadi&#8230;&#8230;&#8230;.semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, jika anda satu saat menjadi pemimpin, janganlah jadi pemimpin/atasan seperti atasan  si joe.<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=221&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2010/04/24/si-joe-terjebak-karena-atasan-berbasis-kepentingan-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekerasan dalam rumah tangga</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/02/25/kekerasan-dalam-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/02/25/kekerasan-dalam-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 04:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[ham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Kekerasan dalam rumah tangga asas dan tujuannya serta larangannya&#8230;untuk download klik disini dan  baca online klik berikut 1. Asas dan Tujuannya Dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 3 disebutkan bahwa : Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga dilaksanakan berdasarkan asas; a. Penghormatan hak asasi Manusia. b. Keadilan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=215&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p>Kekerasan dalam rumah tangga asas dan tujuannya serta larangannya&#8230;untuk download <a href="http://www.ziddu.com/download/3629112/Kekerasandalamrumahtangga.doc.html">klik disini </a></p>
<p>dan  baca online klik berikut<span id="more-215"></span><a href="http://www.ziddu.com/download/3629112/Kekerasandalamrumahtangga.doc.html"><br />
</a></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Asas dan Tujuannya</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:20.7pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Republik Indonesia<span> </span>Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 3 disebutkan<span> </span>bahwa :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="FI">Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga<span> </span>dilaksanakan berdasarkan asas; </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Penghormatan hak asasi Manusia.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Keadilan dan kesetaraan gender</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Nondiskriminasi.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Perlindungan korban.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:20.7pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Bahwa segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang terutama terjadi terhadap perempuan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusian, bentuk kekerasan tersebut merupakan diskriminasi yang harus dihapus.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:20.7pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Perlindungan Korban dimaksudkan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokat, lembaga sosial atau pihak lainnya baik sementara berdasarkan penetapan Pengadilan. Hal tersebut dapat dilihat dalam<span> </span>butir 4 dan 5 tentang<span> </span>Ketentuan Umum Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga berbunyi :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:70.9pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokasi, lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan. Perlindungan sementara adalah perlindungan yang langsung diberikan oleh kepolisian dan/</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">a</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">tau lembaga sosial atau pihak lain, sebelum dikeluarkannya penetapan perintah perlindungan pengadilan.”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span> </span>Dalam pasal 4 dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga bertujuan : </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span><span> </span>Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga;</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga;</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga,dan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="FI">Memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:24.55pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="FI">Berdasarkan pasal tersebut ada 4 tujuan dari pada Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu<span> </span>Mencegah, melindungi segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga meliputi kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam wilayah domestik (rumah tangga) kemudian untuk melindungi perempuan yang menjadi korban akibat kekerasan dalam rumah tangga dan memberikan sanksi hukum akibat perbuatan yang dilakuan oleh pelaku kekerasan sebagai upaya untuk menciptakan keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Larangan Kekerasan dalam Rumah Tangga</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Kehidupan dalam rumah tangga terdiri dari suami, isteri, anak, mertua dan orang lain yang tinggal dirumah tersebut berasal dari unsur-unsur yang berbeda yang dan terdiri dari latar belakang yang berbeda, oleh karenanya bukan tidak mungkin akan terjadi berbagai perbedaan pendapat, kesalah p</span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="IN">a</span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">haman, dan lainnya bahkan sampai terjadi kekerasan terhadap satu sama lainnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Kekerasan<span> </span>tersebut kemudian diatur dalam Undang-Undang yaitu Undang-Undang Penghapusan kekerasan Dalam Rumah Tangga, dalam rangka memperkecil terjadi<span> </span>kekerasan dalam rumah tangga terutama sekali terhadap perempuan sehingga diharapkan untuk menciptaan keluarga yang sejahtera, bahagia dan harmonis.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam<span> </span>Rumah Tangga Nomor<span> </span>23 Tahun 2004 dalam Pasal 5 disebutkan bahwa “Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya dengan cara:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span> </span>Kekerasan fisik; </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span> </span>Kekerasan Psikis;</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Kekerasan Seksual;</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-13.5pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Penelantaran rumah Tangga.”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span> </span>Bahwa berdasarkan uraian di atas dapat dimengerti bahwa Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dilarang melakukan kekerasan dalam segala bentuk. Pelarangan tersebut dalam rangka melindungi perempuan dalam bidang hukum karena perempuanlah yang<span> </span>seringkali menjadi korban jika terjadi konflik dalam rumah tangga..</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=215&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/02/25/kekerasan-dalam-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan dalam Pemikiran  Hak Asasi Manusia</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/02/18/perempuan-dalam-pemikiran-hak-asasi-manusia/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/02/18/perempuan-dalam-pemikiran-hak-asasi-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 03:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan dan ham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Secara historis[1], asal mula Hak Asasi Manusia itu dari Eropa Barat, khususnya Inggris, ditandai dengan lahirnya Magna Charta pada Tahun 1215, dalam Magna Charta tercantum hak-hak para bangsawan yang harus dihormati raja Inggris, bahwa raja tidak boleh sewenang-wenang, dan untuk tindakan tertentu harus memohon persetujuan para bangsawan.[2] Perkembangan berikutnya adanya Revolusi Amerika pada Tahun 1776 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=212&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><span lang="FI">Secara historis</span><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI">, asal mula Hak Asasi Manusia itu dari Eropa Barat, khususnya Inggris, ditandai dengan lahirnya <em>Magna Charta</em> pada Tahun 1215, dalam Magna Charta tercantum hak-hak para bangsawan yang harus dihormati raja Inggris, bahwa raja tidak boleh sewenang-wenang, dan untuk tindakan tertentu harus memohon persetujuan para bangsawan.</span><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]<span id="more-212"></span></span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><span lang="FI">Perkembangan berikutnya<span> </span>adanya Revolusi Amerika pada Tahun 1776 dan Revolusi Prancis Tahun 1789,<span> </span>Revolusi Amerika melahirkan <em>The Virginia Bill or rights, </em>“ bahwa setiap manusia berhak untuk menikmati hidup, kebebasan, dan mengupayakan kebahagiaan (<em>life, leberty, the pursuit of happiness</em>)”, pada Tahun<span> </span>1789<span> </span>meletus revolusi prancis. Istilah yang dipakai pada dokumen Prancis adalah <em>droit I”home</em>, yang berarti hak manusia yang dalam bahasa Inggris disebut <em>human Rights</em> (hak-hak manusia). </span><a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Dalam Mazhab hukum Alam, konsepsi dasar hak Hak Asasi Manusia hanya meliputi: <em>The right to life, the right to liberty dan the right to preperty</em>.<span> </span>Perkembangan selanjutnya, konsepsi tersebut terus mengalami perubahan oleh Franklin D. Roosevelt memformulasikan kepada empat macam: yaitu Hak Asasi Manusia<em>( the for freedom</em>); yaitu <em>freedom of speech, freedom of relegion, freedom fear dan freedom from want</em>;<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;">Bahwa tiap-tiap bangsa memiliki kebebasan untuk menentukan pemerintahannya, akan tetapi hak itu ditempatkan atas kewajiban yang memerintah untuk menepati janjinya begitu kata Grotius.<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Grotius dalam hal ini tidak mementingkan hak rakyat, jika terjadi penyalahgunaan kekuasaan rakyat tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menunggu insaf pemegang kekuasaan tersebut. Sedangkan menurut Hobbes<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>itulah dasar yang mendorong terbentuk suatu perjanjian masyarakat dimana rakyat menyerahkan hak-haknya kepada penguasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;">Teori Hobbes kemudian dibantah oleh Jonh Locke<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>,<span> </span>bahwa tidak setiap hak diserahkan kepada Negara hanyalah hak–hak yang berkaitan dengan perjajian Negara, sedangkan hak lainnya seperti hak individu tetap pada diri masing-masing warga Negara. Lebih lanjut mengatakan:<span> </span>“…karena dalam persetujuan<span> </span>individu-idividu<span> </span>pada instansi yang pertama tersebut, pada dasarnya dibentuk <span> </span>menurut suatu suara minoritas, karena manusia memiliki hak-hak yang tidak dapat dilepaskan, yaitu hak hidup, hak kebebasan dan hak-hak milik, maka tugas Negara dalam kontek ini adalah memberi perlindungan kepada hak-hak individu tadi…<a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span><span lang="PT-BR">Darji Darmodiharjo , dalam Filsafat Hukum mengatakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;"><span lang="PT-BR">bahwa dalam suatu Negara hukum yang dinamis, Negara ikut aktif dalam usaha menciptakan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, diaturlah masalah fungsi Negara<span> </span>dengan penyelenggaraan hak dan kewajiban asasi manusia. Bagaimanapun juga, Negara di satu pihak melindungi hak-hak asasi, sedangkan dipihak lain, menyelenggarakan kepentingan umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span lang="PT-BR">Perkembangan terhadap perspektif akan Hak Asasi Manusia, dapat di bagi dalam empat kelompok yaitu </span><a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="PT-BR">:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.5pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="PT-BR"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="PT-BR">Hak asasi Negatif atau liberal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span lang="PT-BR">Hak Asasi ini di pelopori oleh kaum pejuang Leberalisme pada hakikatnya untuk melindungi manusia dari campur tangan Negara dan kekuatan sosial lainnya. </span><span lang="SV">Hak Asasi ini di dasarkan akan kebebasan individu untuk mengurus diri sendiri. Dan karena keutuhan manusia dalam kedaulatan dirinya merupakan dasar dari pada hak-hak negatif ini tetap merupakan inti hak-Hak Asasi Manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Hak – hak asasi Aktif<span> </span>atau Demokratis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Hak – hak <span> </span>asasi aktif<span> </span>atau demokratis diperjuangkan oleh kaum liberal atau republikan. Hak ini diyakini bahwa pemerintahan tertinggi ada ditangan rakyat. Disebut hak aktif karena merupakan hak atas suatu aktifitas<span> </span>manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Hak-hak asasi positif</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Hak asasi positif adalah dikehendaki partisipasi Negara dalam memberi pelayanan terhadap masyarakat terutama yang berkaitan dengan perlindungan hukum, disini termasuk hak di persamakan di depan hukum, dan hak terjaminnya keadilan. Paham hak asasi positif beranggapan bahwa Negara bukan bertujuan pada dirinya sendiri, melainkan lembaga yang diciptakan dan dipelihara<span> </span>oleh masyarakat untuk memberi pelayanan tertentu kepada masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Hak- Hak Asasi Sosial</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;">Hak Asasi Sosial mencerminkan suatu kesadaran dimana setiap masyarakat berhak atas bagian yang adil dan wajar dari hasil nilai ekonomis yang diciptakan oleh masyarakat melalui sistem-sistem pembagian kerja sosial. <span lang="SV">Ada dua pandangan tentang siapa yang bertanggung jawab dalam penegakan, pemajuan, perlindungan dan pemenuhan Ham :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="SV">Pandangan pertama:<span> </span>Yang harus bertanggung jawab adalah Negara, karena Negara dibentuk sebagai wadah untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Begitu pula terhadap perlindungan HAM adalah Negara. Negara berkewajiban untuk melindungi<span> </span>Hak Asasi Manusia baik dalam keadaan perang maupun dalam keadaan normal. Jika Negara tidak mampu melindungi warga Negara maka<span> </span>Negara tersebut<span> </span>akan kehilangan legitimasi rakyatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="SV">Pandangan kedua: tanggung jawab pemajuan, penghormatan dan perlindungan tidak semata-mata kewijiban Negara tetapi juga kepada individu warga Negara. Dengan kata lain Negara serta warga Negara sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap pemajuan dan perlindungan Ham</span><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="SV"> </span><a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><span lang="SV">Menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Pasal 8 menyebutkan:” Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan Hak Asasi Manusia terutama menjadi tanggung jawab Pemerintah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="FI">Todung Mulya Lubis menyebutkan ada empat teori HAM<span> </span>Yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Hak-hak alami (<em>natural rights</em>), berpandangan bahwa<span> </span>Ham adalah hak yang dimiliki oleh seluruh manusia pada segala waktu dan tempat berdasarkan takdirnya sebagai manusia (<em>human rights that belong to all human beings at all times and in all places by virtue of being born as human being</em>);</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->teori positivis (<em>positivist theory</em>), yang berpandangan bahwa karena hak harus tertuang dalam hukum yang real, maka dipandang sebagai hak melalui adanya jaminan konstitusi (<em>rights, then should be created and granted by conititution, laws and contracs)</em> pandangan ini secara nyata berasal dari ungkapan Betham yang mengatakan, <em>rights is a child of law, from real laws come real rights, but from imaginary law, laws of nature, come imaginary rights. Natural rights is simple nonsense, natural and impresicible rights rhetorical nonsense upon until;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Teori relativis cultural (<em>cultural relativist theory</em>), teori ini adalah salah satu bentuk anti tesis dari teori hak-hak alami (<em>natural rights)</em>. Teori ini berpandangan bahwa menganggap hak itu bersifat universal merupakan pelanggaran satu dimensi cultural terhadap dimensi cultural yang lain, atau disebut dengan imperialisme (<em>cultural imperialisme</em>). Yang ditekankan dalam teori ini bahwa manusia merupakan interaksi sosial dan kultural serta perbedaan tradisi budaya dan peradaban berisikan perbedaan cara pandang kemanusiaan ( <em>different ways of being human</em>), penganut teori ini mengatakan :<em>that rights belonging to all human being at all times in<span> </span>all place would be the<span> </span>rights of desocialized and deculturizwed being,</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Doktrin Marxis (<em>Marxist doctrine and human rights</em>) Teori marxis menolak teori hak-hak alami karena Negara atau kolektifitas adalah sumber galian seluruh hak (<em>respositiory of all rights</em>)<a name="_ftnref11" href="#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span> </span>Pelanggaran Hak Asasi Manusia menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999<span> </span>Pasal 1 (6) adalah :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:31.5pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang, termasuk aparat Negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau dengan kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang maupun kelompok orang yang dijamin dalam undang-undang ini, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:31.5pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Dalam hal pelanggaran HAM Negara adalah pelanggaran HAM secara langsung maupun tidak langsung:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Negara sebagai pelaku pelanggaran HAM secara langsung apabila Negara<span> </span>melalui institusi tertentu melakukan tindakan atau memb</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">a</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">ntu dan melaksanakan kebijakan tertentu yang menyerang, membatasi dan menghilangan hak-hak warga Negara. (by commission)</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Negara sebagai pelaku pelanggaran HAM secara tidak langsung apabila negara tidak melakukan upaya-upaya untuk memenuhi hak-hak warga negara ataupun upaya untuk mencegah seseorang atau kelompok orang melakukan tindak kekerasan terhadap individu atau kelompok individu lainnya sehingga tidak dapat menikmati hak dan kebebasannya dasarnya (by commsion).<a name="_ftnref12" href="#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:67.5pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;">Dalam Undang-Undang PKDRT No. 23 Tahun 2004 menyebutkan bahwa Pemerintah bertanggung jawab untuk mencegah kekerasan, Pasal 11 menyebutkan bahwa ”Pemerintah bertanggung jawab dalam upaya pencegahan<span> </span>kekerasan dalam rumah tangga”</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><span> </span>Pasal 12 berbunyi :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">1.<span> </span>Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimasud dalam pasal 11,<span> </span>Pemerintah: </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Merumuskan kebijakan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tanga.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Menyelenggarkan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang kekerasan dalam rumah tangga</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Menyelenggaran advokasi dan sosialisasi tentang kekerasan dalam rumah tangga.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sensitive gender dan isu kekerasan dalam rumah tangga serta menetapkan standard dan akreditas pelayanan yang sensitif gender.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">2. Pelaksanaan ketentuan sebagamana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh <span> </span>menteri.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">3. <span> </span>Menteri dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam<span> </span>melakukan ketentuan sebagaimana dimaksud<span> </span>pada ayat 2.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span> </span>Pasal 13 :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Untuk peyelenggaraan pelayanan terhadap korban, pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing dapat melakukan upaya:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:0;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Penyediaan ruang pelayan khusus di kantor kepolisian;</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Penyediaan aparat, tenaga kesehatan, pekerja sosial dan pembimbing rohani</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Pembuatan dan pengembangan sistem dan mekanisme kerja sama program pelayanan yang melibatkan pihak yang mudah diakses oleh korban; dan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Memberikan perlindungan bagi pendamping, saksi, keluarga dan teman korban.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Pasal 15 menyebutkan bahwa : </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajb melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Mencegah berlangsungnya tindak pidana</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Memberikan perlindungan kepada korban</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Memberian pertolongan darurat; dan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">Membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:22.5pt;text-align:justify;text-indent:13.5pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami <span> </span>bahwa<span> </span>ada beberapa teori yang terkait dengan<span> </span>perlindungan hukum dan Pemerintah dan masyarakat berkewajiban dalam memberikan perlindungan terhadap kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. </span>Dalam rangka perlindungan hukum terhadap Hak Asasi Manusia, Indonesia sebagai Negara hukum harus ikut serta dalam memberi jaminan perlindungan terhadap hak-Hak Asasi Manusia dengan upaya membuat instrument-instrument<span> </span>peraturan yang terkait dengan HAM yang memberi jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi yang harus dijamin<span> </span>oleh Negara.</p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span> Hutauruk,”<em>Tentang dan sekitar Hak Asasi Manusia dan Warga Negara</em>”,<span> </span>Jakarta, 1982, hal. 9-18</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span> Darji Darmodiharjo, at al<em>, Op. Cit,</em> .<span> </span>hal. 169.</p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span> <em>I b i<span> </span>d., hal. 169</em></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span> Miriam Budiarjo, “<em>Dasar-dasar Ilmu Politik</em>”, Gramedia, Jakarta, hal. 120-121</p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span> Bambang Sunggono, at.al, <em>Op.Cit</em>. ,<span> </span>hal. 75</p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span> <em>I b i<span> </span>d., </em>hal. 75</p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span> <em>Loc. Cit</em>.</p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span> <em>I b i d. , </em>hal. 76</p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span><em>I b I d. , </em>hal. 79</p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span> Abdul Rozak, <em>Op. Cit</em>., h. 230</p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span>Majda El-Muhtaj, “<em>Ham, Duham, Ranham Indonesia</em>”, <a href="http://www.komisi/">http://www.Komisi</a> hukum.go.id/newsletter,php?act=detil&amp;id=167&amp;PHPSESSID=5ab4c740ffdlcf650f587d1225a6e8d</p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn12" href="#_ftnref12"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span> Lies Marantika dan Andy Yentryani, “Pedoman Pendokumentasian Kekerasan terhadap Perempuan<span> </span>sebagai<span> </span>Pelanggaran HAM, Komnas Perempuan, Jakarta 2004, hal. 9.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=212&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/02/18/perempuan-dalam-pemikiran-hak-asasi-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Hukum ekonomi Islam bagian terakhir</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/30/kompilasi-hukum-ekonomi-islam-bagian-terakhir/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/30/kompilasi-hukum-ekonomi-islam-bagian-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 08:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edkonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kompilasi hukum ekonomi  syari'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/2009/01/30/kompilasi-hukum-ekonomi-islam-bagian-terakhir/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=208&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/9704639/content?start_page=1&view_mode=&access_key=key-2bjxbsipogdsqrj726n8" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_9704639" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/9704639">View this document on Scribd</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=208&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/30/kompilasi-hukum-ekonomi-islam-bagian-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Hukum Ekonomi Syari&#8217;ah, lanjutan buku 3</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/27/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-lanjutan-buku-3/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/27/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-lanjutan-buku-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 04:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/2009/01/27/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-lanjutan-buku-3/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=207&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/9704600/content?start_page=1&view_mode=&access_key=key-1838d8ucf0wuqq5thyaj" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_9704600" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/9704600">View this document on Scribd</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=207&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/27/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-lanjutan-buku-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Acara Pidana</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/26/hukum-acara-pidana/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/26/hukum-acara-pidana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 01:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[huukm acara pidana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=205&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/9704795/content?start_page=1&view_mode=&access_key=key-1gy3vbr8zzeg4ud76qph" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_9704795" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/9704795">View this document on Scribd</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=205&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/26/hukum-acara-pidana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peradilan Adat Aceh</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/26/peradilan-adat-aceh-2/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/26/peradilan-adat-aceh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 00:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[aat aceh]]></category>
		<category><![CDATA[peradilan adat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=203&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/9765645/content?start_page=1&view_mode=&access_key=key-een5yov6z0itxskl5r3" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_9765645" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/9765645">View this document on Scribd</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=203&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/26/peradilan-adat-aceh-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah buku 2</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/24/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-buku-2/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/24/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-buku-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 02:15:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edkonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/2009/01/24/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-buku-2/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=202&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/9704535/content?start_page=1&view_mode=&access_key=key-10y3cwouowg05u2jkb9" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_9704535" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/9704535">View this document on Scribd</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=202&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/24/kompilasi-hukum-ekonomi-syariah-buku-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Hukum Ekonomi Islam</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/23/kompilasi-hukum-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/23/kompilasi-hukum-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 09:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edkonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Buku l (KHES) download<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=200&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku l (KHES) <a href="http://www.ziddu.com/download/3275965/BUKUI.pdf.html">download</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=200&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/23/kompilasi-hukum-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan  Dalam  Pemikiran Feminisme, dan Gender</title>
		<link>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/18/perempuan-dalam-pemikiran-feminisme-dan-gender/</link>
		<comments>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/18/perempuan-dalam-pemikiran-feminisme-dan-gender/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 03:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amlsk</dc:creator>
				<category><![CDATA[ham]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amlsk.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Amrullah Berbicara tentang Perempuan, tidak lepas dari perbincangan laki-laki sebagai pasangan yang telah di anugerahkan oleh Allah SWT, yang kemudian gerakan perempuan disebut dengan feminisme, siti Muslikhati menyebutkan “ feminisme pada umumnya merupakan perbincangan tentang bagaimana pola relasi laki-laki dan perempuan, serta bagaimana hak, status, dan kedudukan perempuan disektor domestik dan publik”[1] Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=188&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> oleh : Amrullah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Berbicara tentang Perempuan, tidak lepas dari perbincangan laki-laki sebagai pasangan yang telah di anugerahkan oleh Allah SWT, yang kemudian gerakan perempuan disebut dengan feminisme, siti<span> </span>Muslikhati menyebutkan “ feminisme pada umumnya merupakan perbincangan tentang bagaimana pola relasi laki-laki dan perempuan, serta bagaimana<span> <span id="more-188"></span> </span>hak, status, dan kedudukan perempuan disektor domestik dan publik”</span><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:31.5pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Di Indonesia gerakan feminisme lebih dikenal dengan istilah emansipasi yang di kaitkan dengan tokoh perempuan R.A. Kartini. Adapun difinisi Feminisme<span> </span>adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="SV">”Feminisme<span> </span>harus didefinisikan secara jelas dan lugas supaya tidak terjadi kesalah pahaman. Untuk keperluan itulah mereka mengajukan definisi yang menurutnya memiliki pengertian yang lebih luas, yaitu suatu kesadaran akan penindasan dan (diskriminasi) terhadap perempuan dalam masyarakat, di tempat kerja, dan dalam keluarga dan tindakan sadar oleh perempuan maupun laki-laki untuk mengubah keadaan tersebut. Oleh karena itu, selain sebagai gerakan, feminisme juga menjadi metode analisis (cara pandang) dalam menilai keberadaan wanita dalam sebuah<span> </span>masyarakat berikut pola relasinya”.</span><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Dalam masa reformasi perempuan dengan berbagai gerakannya terus melakukan perubahan disegala bidang “dalam relasi gender, istilah ketimpangan gender<span> </span>sudah menjadi bahasa baku dimana sering dihubungkan dengan berbagai kondisi perempuan yang terpuruk, tertinggal, tersubordinasi,”</span><a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> <span lang="SV">Analisis gender merupakan cara pandang bagaimana antara<span> </span>relasi laki – laki dan perempuan harus memiliki timbangan yang setara, karena gender lahir bukan karena karena faktor biologis antara pria dan wanita, kecuali karena hanya merupakan kontruksi masyarakat. Salah satu agenda pokok dari pada feminisme adalah mewujudkan kesetaraan gender dimana laki-laki dan perempuan dapat berperan dalam wilayah domestik dan publik. Lebih lanjut Siti Muslikhati mengatakan ”Mainstream agenda feminisme adalah bagaimana mewujutkan kesetaraan gender secara kwantitatif, yaitu pria dan wanita harus sama-sama (<em>fifty-fifty</em>) berperan baik di dalam maupun di luar rumah.” </span></span><a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Cara pandang kaum feminisme, bahwa<span> </span>adanya ketimpangan (ketidak adilan jender)<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> merupakan sesuatu yang telah dikondisikan dan menjadi penglebelan oleh masyarakat atas dominasi laki-laki atas perempuan, Siti Muslikhati mengatakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:49.5pt;text-align:justify;"><span lang="SV">“Dalam perspektif feminis, spesisifikasi peran-peran manusia (laki-laki dan perempuan) dalam masyarakat di pandang timpang (tidak egaliter), artinya konstruksi social selama ini dianggap sangat menyudutkan kaum hawa. Menurut kaum feminisme, hegomoni laki-laki atas perempuan ini memperoleh legitimasi<span> </span>dari nilai-nilai social, agama, hukum Negara dan sebagainya serta tersosialisasikan secara turun temurun dari generasi ke generasi.”</span><a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Beberapa hal yang dianggap<span> </span>oleh <span> </span>Kaum Feminsme<span> </span>tidak menguntungkan perempuan yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-22.5pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Perempuan berada<span> </span>dalam kondisi tersubordinasi oleh laki-laki terutama<span> </span>dalam pengambilan keputusan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-22.5pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Terjadi marginalisasi dalam arti aktifitas kerja wanita tidak produktif dan mempunyai nilai rendah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-22.5pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Terjadi penindasan pada perempuan karena<span> </span>beban pekerjaan yang lebih panjang dan berat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-22.5pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sering terjadi kekerasan dan penyiksaan terhadap peerempuan secara fisik dan mental.</span><a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV"><span> </span>Berdasarkan hal tersebut<span> </span>telah menggerakkan<span> </span>perjuangannya untuk melepaskan diri dari belenggu ketidak adilan<span> </span>untuk mencari kebebasan. Yang kemudian mucullah berbagai faham yang menimbulkan berbagai perbedaan cara pandang<span> </span>dan<span> </span>bagaimana cara mereka memandang<span> </span>untuk memperjuangkan hak-hak perempuan .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="SV">Atas perbedaan perspektif tersebut telah melahirkan empat (4) besar feminisme<span style="color:red;"><span> </span></span>yaitu;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">feminisme<span> </span>liberal, mereka berpendapat bahwa kebebasan dan keseimbangan berakar pada rasionalitas, pada dasarnya tidak ada beda antara<span> </span>laki-laki dan perempuan,<span> </span>perjuangan kaum ini menuntut kesempatan dan hak yang sama bagi setiap individu termasuk perempuan atas dasar kesamaan keberadaannya sebagai mahluk rasional. yang menjadi dasar perjuangan terhadap perbedaan antara tradisional dan modern. misalnya perempuan terlalu memegang teguh pada pola tradisonalnya sehingga<span> </span>perempuan kalah bersaing dengan laki-laki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">feminisme marxis,<span> </span>kaum ini merujuk kepada teori kompliknya Karl Marx,<span> </span>bahwa kepemilikan pribadi dapat menghacurkan keadilan dan kesamaan kesempatn yang pernah dimilki masyarakat sekaligus dapat memicu konflik yang terus menerus dalam masyarakat. Dalam sebuah keluarga suami adalah cerminan dari kaum borjuis karena laki-laki yang menguasai seluruh<span> </span>basis material atau nafkah sehingga lebih berkuasa sebagai kepala keluarga, sedangkan isteri atau perempuan<span> </span>dan anak-anak adalah merupakan kaum yang tertindas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">feminisme radikal, golongan ini memandang bahwa institusi keluarga<span> </span>dan system patriarki merupakan<span> </span>lembaga formalisasi untuk menindas perempuan<span> </span>sehingga golongan tersebut sangat anti terhadap lembaga perkawinan dan monolaknya. Dalam lembaga perkawinan<span> </span>adalah berlaku system patriarki<span> </span>sehingga perempuan tertindas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">feminisme sosialis,<span> </span>mereka memandang kaum<span> </span>penindasan perempuan ada dikelas manapun, ada ketegangan antara kebutuhan kesadaran feminisme disatu pihak<span> </span>dan kebutuhan untuk menjaga intergritas materialisme marxisme. Yang menjadi sentral dari gerakan feminisme sosialis adalah<span> </span>dengan cara membangkitkan rasa emosi pada perempuan agar mereka bangkit untuk mengubah keadaannya<span> </span>atas sistem patriarki.<span class="MsoFootnoteReference"> </span></span><a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Meskipun pergerakan perempuan timbul begitu banyak aliran sebagai pergerakan perjuangan akan hak hak wanita antara relasi laki-laki dan perempuan dengan menggunakan berbagai analisis, namun pada umumnya mempunyai kesamaan pandangan<span> </span>dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dari keterpurukan disebabkan adanya berbagai ketimpangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Kekerasan terhadap perempuan acapkali dsebut kekerasan berbasis gender sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap perempuan Tahun 1993 dan Rekomendasi No. 19 Komite Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan<span> </span>Tahun 1992 menyatakan bahwa<span> </span>kekerasan berbasis gender adalah suatu bentuk diskriminasi yang merupakan hambatan serius bagi perempuan untuk menikmati hak dan kebebasannya atas dasar persamaan hak dengan laki-laki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:200%;"><span lang="SV">Kekerasan berbasis gender terjadi jika tindak kekerasan di arahkan kepada perempuan atau sengaja ditujukan kepada seorang perempuan karena memang ia perempuan, atau ketika tindakan tersebut mempengaruhi perempuan secara tidak seimbang, yang secara serius menyebabkan terhambatnya kemampuan kaum perempuan untuk menikmati hak serta kebebasannya yang merupakan hak asasi manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span lang="DE">F. Pemahaman tentang Diskriminasi berbasis Gender.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.5pt;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span lang="DE">Undang-Undang No. 7 Tahun 1984 Tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap perempuan menyebutkan diskrminasi terhadap perempuan adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span lang="DE">”setiap pembedaan, pengucilan, atau pembatasan yang dbuat atas dasar jenis<span> </span>kelamin, yang mempunyai pengaruh atau tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan pengakuan, penikmatan atau penggunaan hak-hak asasi manusia dan kebebasan pokok <span> </span>di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau apapun lainnya oleh kaum wanita, terlepas dari status perkawinan mereka, atas<span> </span>dasar persamaan antara laki-laki dan perempuan”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.5pt;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span lang="DE">Diskrimnasi berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 1984, tidak hanya terbatas pada pembedaan perlakuan berdasarkan jen</span><span lang="IN">i</span><span lang="DE">s kelamin, tetapi termasuk diskrim</span><span lang="IN">i</span><span lang="DE">nasi sebagai akibat dari asumsi sosial budaya<span> </span>negatif yang melekat kepada perempuan yang biasa disebut sebagai ideologi jender, kontruksi ideologis tentang peran dan kapasitas perempuan berakibat kepada akses perempuan menjadi tidak setara pada level individu, dan organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.5pt;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span lang="DE">Diskriminasi terjadi tidak terbatas pada wilayah kehidupan publik yaitu yang berhubungan secara langsung dengan negara, aparat, dan masyarakatnya serta di wilayah politik, ekonomi, sosial, kultural, dan lain-lain. Diskriminasi dapat pula terjadi dalam wilayah privat yaitu yang<span> </span>terjadi dalam hubungan persoalan individu dan keluarganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:13.5pt;text-align:justify;text-indent:22.5pt;line-height:200%;"><span lang="DE">Rekomendasi No. 19 sidang ke 11 komite, tahun 1992 Tentang kekerasan terhadap wanita. Komite menyarankan kepada negara-negara peserta bahwa dalam melakukan peninjauan mengenai aturan perundang-undangan dan kebijaksanaan, dan dalam penyampaian laporan pelaksanaan, perlu diperhatikan pendapat komite mengenai kekerasan berdasarkan perbedaan jenis kelamin, sebagai berikut;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;"><span lang="DE"><span> </span>”Pasal 1 konvensi nenerangkan definisi mengenai<span> </span>diskriminasi. Definisi tentang diskriminasi meliputi kekerasan berdasarkan jenis kelamin, yaitu kekerasan yang ditujukan kepada wanita, karena ia adalah seorang wanita atau mempunyai pengaruh secara tidak sepadan pada wanita. Kekerasan itu meliputi tindakan yang mengakibatkan kerusakan atau penderitaan fisik, mental atau seksual, ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan, kekerasan berdasarkan jenis kelamin melanggar ketentuan tertentu dari konvensi, walaupun kata kekerasan tersebut tidak disebut dalam ketentuan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;"><span lang="DE">Kekerasan berdasarkan jenis kelamin, yang mengurangi atau meniadakan penikmatan hak asasi manusia dan kebebasan dasar oleh wanita berdasarkan hukum international atau konvensi hak asasi manusia adalah diskriminasi sesuai dengan arti pasal 1 konvensi hak –hak dan kebebasan meliputi :a. Hak atas kehidupan b. Hak untuk tidak mengalami penganiayaan atau kekejaman, perlakuan atau penyiksaan secara tidak manusiawi atau merendahkan martabat, c. Hak untuk mendapat perlindungan yang sama berdasarkan norma-norma kemanusiaan pada waktu terjadi komflik d. Hak atas kemerdekaan dan keamanan pribadi e. Hak atas persamaan dalam keluarga, g. Hak<span> </span>untuk mendapatkan pelayanan kesehatan fisik dan mental yang sebak-baiknya. h. Hak atas pekerjaan yang layak dan kondisi kerja yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Konvensi diberlakukan atas kekerasan yang dilakukan oleh pejabat publik. Tindak kekerasan seperti itu dapat melanggar kewajiban negara itu terhadap hukum international hak asasi manusia atau konvensi lainnya, serta melanggar konvensi wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Ditekankan bahwa diskriminasi menurut konvensi<span> </span>tidak terbatas pada tindakan oleh atau untuk pemerintah (perhatikan pasal 2 (e) 2 (f) dan 5 Pasal 2 (e) Konvensi, mewajibkan negara peserta untuk melakukan segala upaya yang dapat untuk menghapus diskriminasi terhadap wanita oleh orang, organisasi atau perusahaan berdasarkan hukum international dan konvensi khusus hak asasi manusia, negara dapat juga dinyatakan bertanggung jawab atas tindakan privat apabila negara itu tidak melakukan tindakan dengan baik untuk mencegah adanya pelanggaran hak atau menyidik dan menghukum, dan menyediakan kompensasi atas tindak kekerasan itu.<a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--><br />
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span> Siti Muslikhati,” <em>Feminisme dan Pemberdayaan Perempuan dalam Timbangan Islam</em>, Gema Insani, Cet. l, Desember 2004. hal. 17</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"></a><span> </span><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span><span> <em><span lang="SV">I<span> </span>b<span> </span>i <span> </span>d</span></em><span lang="SV">.,<span> </span>hal. 17</span></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"></a><span lang="SV"><span> </span></span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span><span> <em><span lang="SV">I<span> </span>b<span> </span>i <span> </span><span> </span>d</span></em><span lang="SV">.,<span> </span>hal. 18</span></span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"></a><span lang="SV"><span> </span></span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span> <em>I<span> </span>b<span> </span>i<span> </span><span> </span>d</em>.,<span> </span><span> </span>hal. 12</p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span> Untuk lebih memahami tentang keadilan jender bacca, Lies Marcoes.-Natsir , <em>Op. Cit</em>., h. 37 &#8211; 59</p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"></a><span> </span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span><span> <em><span lang="SV">I<span> </span>b<span> </span>i<span> </span>d</span></em><span lang="SV">., <span> </span>hal.<span> </span>30</span></span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"></a><span lang="SV"><span> </span></span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span><em><span> <span lang="SV">I<span> </span><span> </span>b<span> </span>i<span> </span>d</span></span></em><span lang="SV">., <span> </span>hal.<span> </span></span><span lang="FI">30</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span lang="FI"> </span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"></a><span lang="FI"><span> </span></span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span><span lang="FI"> Siti Muslikhati, <em>Op. Cit</em>., hal. 31</span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"></a><span lang="FI"><span> </span></span><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span><span lang="FI"> Tapi Omas Ihroni, “<em>Pengahapusan Diskriminasi Terhadap Perempuan”</em>, dalam Achie Sudiarti Luhulima, “Konvensi Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita,” PT. </span>Alumni, , Cet. 2, 2006,<span> </span>hal. 54</p>
<p class="MsoFootnoteText">
</div>
</div>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt;</p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--></p>
<p>/* Style Definitions */</p>
<p>table.MsoNormalTable</p>
<p>{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;</p>
<p>mso-tstyle-rowband-size:0;</p>
<p>mso-tstyle-colband-size:0;</p>
<p>mso-style-noshow:yes;</p>
<p>mso-style-parent:&#8221;";</p>
<p>mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;</p>
<p>mso-para-margin:0cm;</p>
<p>mso-para-margin-bottom:.0001pt;</p>
<p>mso-pagination:widow-orphan;</p>
<p>font-size:10.0pt;</p>
<p>font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;</p>
<p>mso-ansi-language:#0400;</p>
<p>mso-fareast-language:#0400;</p>
<p>mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amlsk.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amlsk.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amlsk.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amlsk.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amlsk.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amlsk.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amlsk.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amlsk.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amlsk.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amlsk.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amlsk.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amlsk.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amlsk.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amlsk.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amlsk.wordpress.com&amp;blog=3698934&amp;post=188&amp;subd=amlsk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amlsk.wordpress.com/2009/01/18/perempuan-dalam-pemikiran-feminisme-dan-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4261c42c1b912f1ab22a7e034b6062bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amlsk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
