Joe yang tak Berdaya………………………..
Tidak pernah terpikirkan oleh joe sebuah kejujuran , dan kedisiplinan yang joe bangun selama ini harus di bayar mahal dengan ketidak percayaan atasan padanya. kenapa ini bisa terjadi ? kejujuran, kedisiplinan, kepecayaan serta loyalitas terhadap sebuah intitusi dan sebuah organisi sangat diperlukan. setiap intitusi/organisasi apapun dibutuhkan orang yang jujur, termasuk organisasi kejahatan, juga dia memerlukan orang yang jujur dalam mengolola keuangan dan menjaga semua rahasia. begitu halnya dengan kesisiplinan dan loyalitas sebagai motivator untuk meningkat efektifitas kerja. maaf ajoe tidak ingin katakan disini dia orang paling jujur, disiplin dan loyal. tapi setidak-tidaknya dia telah berusaha menjadi orang seperti yang telah disebutkan tadi. Kepercayaan yang dibangun dari sebuah kejujuran disiplin serta loyalitas juga membutuhkan waktu yang panjang. begitu pun sebaliknya dengan ketidak percayaan akan lemah jika berbenturan dengan berbagai kepentingan, ego, dan sebagainya.
Sebuah kejujuran, kedisiplinan dan kepercayaan itu tidak berarti sama sekali jika berbenturan dengan suatu kepentingan pribadi. ini memang kasuistis; tapi benar-benar tejadi dari pengalaman yang di hadapi dan ini diluar perhitungan nya, Joe sebagai orang merasa mempunyai loyalitas terhadap sebuah organisasi/intitusi tentu saja dia melihat sesuatunya atas kepentingan intitusi bukan untuk kepentingan pribadi/seseorang lebih-lebih atasannya. misalkan saja hampir dalam setiap rapat/musyawarah aku berusaha memberi pendapat yang cukup objektif dengan mengabaikan berbagai kepentingan, bisa juga disebut vokal padahal ini bukan dalam hal keuangan dalam tanda petik. ini menjadi pemicu melemahkan kepercayaan terhadap diri sendiri karena jika hal ini berbentur dengan kepentingannya /kemauannya sendiri ataupun berbeda dengan list yang telap dipersiapkan.
Karena ketidak percayaan itu Joe memilih menjadi diam. Aneh sekali diam Joe itu dimaknai pula dengan sikap arogansi atasan terhadap joe, dengan mempermalukan mematai-matai pri laku ku sehari, sampai kepada hungan keluarga ku sampai pada ibadatnya. hal ini dapat diamati dengan sikap pribadi mulai pandangan mata, warna wajah yang berbeda, tutur kata, jaga jarak, siap acuh, dsb. ada hal yang sangat mengecewakan joe pada suatu ketika atasannya mengatakan padanya bahwa dia menganut aliran kepercayaan lain. semoga Allah mengampuninya. namun dia tidak membuat sikap permusuhan meskipun sakit sekali, dan merasa dizalimi.
Akibat pembelajaran sangat berharga itu, sekarang joe menyadari kepentingan (egoisme) bisa mengalahkan segala-lanya. maka dalam tulisan ini marilah dia mengajak untuk membuang ego itu sejauh-jauh nya. semoga kita termasuk orang-orang yang bijak’.
Ini sebuah realita dan pengalaman yang terjadi……….semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, jika anda satu saat menjadi pemimpin, janganlah jadi pemimpin/atasan seperti atasan si joe.