Santet, sihir dalam Al-Qur’an dan hadis

 

 

               Hampir sebagian besar Bangsa Indonesia masih mempercayai adanya santet, sihir  atau pun nama lainnya yang sejenis, 35 tahun yang lalu pun penulis telah banyak melihat orang –orang minta bantuan pada dukun /  tukang sihir bahkan sampai sekarang. Lihatlah begitu banyak filem atau tayangan di TV berkenaan dengan tahyul, pendukunan, sihir, santet, hantu, dan sebagainya yang seram-seram yang kemudian ditonton oleh anak anak sampai dewasa.

Dan tidak dapat dipungkiri banyak telah terjadi issu besar berkenaan dengan pendukunan, bahkan telah ada yang memakan korban terhadap pasien yang memakai fasilitas pendukunan dengan berbagai alasan seperti telah stress untuk berobat yang tidak kunjung sumbuh pada dokter, karena memperoleh kekayaan dengan cepat , mendapat jodoh atau untuk memenuhi keperluan atau kebutuhan hidup.

Kali ini pun kita dihadapkan pada unsure yang berkenaan dengan santet di HP dengan nomor 0866 dengan pancaran sinar merah yang  konon telah merenggut korban.

Apakah santet ? santet disebut juga paranormal sesuatu melampaui hal-hal normal, secara definitif disebutkan  paranormal merupakan istilah digunakan sebagai semua jenis gejala psikis, semua yang berhubungan dengan jiwa  atau pikiran. Biasanya praktek santet dapat berupa memasukan jarum. Ijuk, lidi dan sebagainya  ke tubuh seseorang dari jarak yang jauh.

Para Ulama telah memberi pengertian tentang sihir/santet adalah sebagai di kutib dariWahid bin Abdissalam Baali (http;//www. Al-manhaj.or.id)

[A]. Sihir Menurut Bahasa.
Al-Laits mengatakan, “Sihir adalah suatu perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada syaitan dengan bantuannya.” Al-Azhari mengemukakan,  “Dasar pokok sihir adalah memalingkan sesuatu dari hakikat yang sebenarnya kepada yang lainnya .” Ibnu Manzur berkata : ” Seakan-akan tukang sihir memperlihatkan kebathilan dalam wujud kebenaran dan menggambarkan sesuatu tidak seperti hakikat yang sebenarnya. Dengan demikian, dia telah menyihir sesuatu dari hakikat yang sebenarnya atau memalingkannya.”Syamir meriwayatkan dari Ibnu ‘Aisyah, dia mengatakan : “Orang Arab menyebut sihir itu dengan kata as-Sihr karena ia menghilangkan kesehatan menjadi sakit.”

Ibnu Faris, mengemukakan, “Sihir berarti menampakkan kebathilan dalam wujud kebenaran.” Di dalam kitab Al Mu’jamul Wasiith disebutkan : ” Sihir adalah sesuatu yang dilakukan secara lembut dan sangat terselubung.”Sedangkan didalam kitab Muhiithul Muhiith disebutkan, “Sihir adalah tindakan memperlihatkan sesuatu dengan penampilan yang paling bagus, sehingga bisa menipu manusia.”

[B]. Sihir Dalam Istilah Syari’at.
Fakhruddin ar-Razi mengemukakan, “Menurut istilah Syari’at, sihir hanya khusus berkenaan dengan segala sesuatu yang sebabnya tidak terlihat dan digambarkan tidak seperti hakikat yang sebenarnya, serta berlangsung melalui tipu daya.”

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi mengatakan, “Sihir adalah ikatan-ikatan, jampi-jampi, perkataan yang dilontarkan secara lisan maupun tulisan, atau melakukan sesuatu yang mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang terkena sihir tanpa berinteraksi langsung dengannya. Sihir ini mempunyai hakikat, diantaranya ada yang bisa mematikan, membuat sakit, membuat seorang suami tidak dapat mencampuri istrinya atau memisahkan pasangan suami istri, atau membuat salah satu pihak membenci lainnya atau membuat kedua belah pihak saling mencintainya.”
Ibnul Qayyim mengungkapkan, “Sihir adalah gabungan dari berbagai pengaruh ruh-ruh jahat, serta interaksi berbagai kekuatan alam dengannya.”

 

 Dalil Yang Menunjukkan Adanya Sihir.Pertama : Dalil-Dalil Dari Al-Qur-an:

Allah Ta’ala berfirman:
    
“Artinya : Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), akan tetapi syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang Malaikat di negri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan,  ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.’ Maka, mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (Kitabullah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan diakhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” [Al-Baqarah: 102],”Artinya : Musa berkata, Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan.” [Yunus: 77],”Artinya : Maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata kepada mereka, Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” [Yunus: 81-82],”Artinya : Maka musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata, Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka) Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.” [ Thaahaa: 67-69],”Artinya : Dan Kami wahyukan kepada Musa, Lemparkanlah tongkatmu.’ Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah ditempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud, Mereka berkata, Kami beriman kepada Rabb semesta alam (yaitu) Rabb Musa dan Harun.” [Al-a’raf: 117-122,)”Artinya : Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai Shubuh, dari kejahatan mahluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus buhul-buhul dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki.” [Al-Falaq: 1-5]

 

 

Santet, dukun, sihir erat kaitannya dengan mahluk jn dan Syaitan. AlQur’an Al karim dan hadis nabi Saw banyak  membicarakannya, bahwa “ Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku (Qs.51:56)”, “Dia menciptakan jin dari nyala api’’, Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat:”sujudlah kepada adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dan adalah dar golongan jn, maka ia mendurhaai perintah tuhannya patutkah kamu mengambil da dan turunan-turunannya ssebaga pemimpin selain dari pada ku, sedang mereka adalah musuhmu amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim(Qs.18:50).” ‘Dan demikianlah  kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jens) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah untuk menpu(manusia). Jikalau Tuihanmu menghendaki nscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tngalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan(Qs. 6:112)”, “Hai anak adam, janganlah seali-kali kamu dapat ditipu oleh Syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bpakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiaannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang yang tidak berimana (Qs.7:27)”, “Dan bahwasnya ada beberapa orang laki-laki d antara manusia memnta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin –jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (Qs.72:6)”,Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkallah kepada Allah (Qs. 16:99), ‘Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman(syirik). Mereka itulah orang-orang yang mendapat keimanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (qs.6:82).” Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagmu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengaja golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.(qs. 35:6)”, “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan taghut, sebab itu perngilah kawan-kawan syaitan tu, karena sesungguhnya tpu daya syaitan itu adalah lemah.9qs.4;76).

 Dalam hadis ”Sesungguhnya syaitan itu mengalir dari tubuh manusia melalui jalan darah –( Hr. Bukhari dan muslim),” ‘barang siapa mendatangi ‘arraf’ (tukang ramal) kepadanya, tidak akan dterima shalatnya selama empat puluh hari. (Hr. Muslim dalam shahihnya).”

Itulah gambaran yang diberikan oleh Al-Qur’an  dan hadis  tentang santet, sihir dan pendukunan, semoga saja kita bisa menghindari diri dari pekerjaan syaitan atau jin.

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s